News / Read

Minyak menguat tajam pada perdagangan terdorong lonjakan komoditas AS

Blog Single

Minyak menguat tajam pada perdagangan terdorong lonjakan komoditas AS

Harga minyak menguat pada perdagangan Rabu pagi terdorong oleh lonjakan harga komoditas AS karena kekhawatiran badai yang diperkirakan akan mengancam pasar minyak AS.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah berjangka untuk pengiriman Oktober naik 2,5% menjadi menetap di $ 69,25 per barel, sementara di Intercontinental Exchange London, Brent naik 2,25% diperdagangkan pada $ 79,11 per barel.

Investor meningkatkan taruhan pada kemajuan lebih lanjut dalam harga minyak melihat perkiraan dari Badai Florence, yang diperkirakan akan mencapai ke wilayah AS pada akhir pekan, bisa menjadi badai terkuat untuk menyerang Carolinas dalam 60 tahun.

Kenaikan harga minyak dipimpin oleh kenaikan tajam harga bensin karena meningkatnya permintaan di tengah kekhawatiran badai dapat mengganggu output di wilayah tersebut. Hal ini terjadi meskipun analis memperingatkan bahwa badai kemungkinan besar akan menekan permintaan minyak mentah, menahan harga minyak.

Harga minyak juga didorong oleh sanksi AS terhadap Iran yang memaksa pelanggan untuk mencari minyak alternatif lain selain dari Iran.

Prancis dan Korea Selatan dilaporkan memangkas pembelian minyak mentah Iran, memaksa Iran untuk secara efektif menurunkan tingkat perdagangan minyak.

Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Iran pada bulan Mei, memungkinkan penerapan sanksi terhadap Iran. Gelombang pertama sanksi mulai berlaku bulan lalu dan sanksi kedua terhadap ekspor minyak mentah Iran dijadwalkan untuk awal November.

Di lain tempat, pasar juga memantau ketat data pasokan minyak mentah AS yang diperkirakan akan menunrun untuk minggu ketiga secara berturut. Data stok minyak mentah AS akan dirilis pada malam hari nanti.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: