News / Read

Minyak berada pada kisaran harga terendah mingguan setelah stok minyak AS turun

Blog Single

Minyak berada pada kisaran harga terendah mingguan setelah stok minyak AS turun

Harga minyak mentah diperdagangkan pada posisi terendah mingguan setelah data menunjukkan stok minyak mentah AS yang turun kurang dari yang diperkirakan dan ketegangan perdagangan AS-Cina meningkat.

Di New York Mercantile Exchange minyak mentah berjangka untuk pengiriman September turun 3,2% menjadi menetap di $ 66,94 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent turun 3,26% diperdagangkan pada $ 72,22 barel.

Menurut data dari Administrasi Informasi Energi (EIA). Persediaan minyak mentah AS turun 1,351 juta barel untuk pekan yang berakhir 3 Agustus, jauh dari ekspektasi sebelumnya untuk turun 2,800 juta barel,

Pengambilan pasokan minyak mentah yang lebih kecil dari perkiraan datang karena impor naik sekitar 2,64 juta barel per hari (bpd) dan ekspor naik sebesar 5,40 juta barel per hari.

Persediaan bensin secara tak terduga naik hingga 2.900 juta barel, memupus harapan untuk penurunan 1.700 juta barel, sementara pasokan distilat naik 1.230 juta barel, menjaduh dari ekspektasi untuk meningkat 0.220 juta barel .

Peningkatan terjadi menyusul aktivitas kilang minyak yang naik menjadi 96,6% dari kapasitas mereka minggu lalu di kisaran 96,1%, dengan input rata-rata sekitar 17,6 juta barel per hari, naik 118.000 barel dari minggu sebelumnya.

Produksi minyak AS turun untuk minggu kedua berturut-turut menjadi 10,8 juta barel per hari dari rekor tertinggi sebelumnya sekitar 11 juta barel per hari yang dilaporkan pada akhir Juli, hal ini merujuk pada produsen minyak domestik yang sedang berjuang untuk mengatasi kekurangan pipa minyak AS.

Harga minyak sebelumnya terus tertekan karena China yang menerapkan tarif tambahan sebesar 25% pada produk AS senilai $ 16 miliar, termasuk minyak mentah.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: