News / Read

Minyak rebound pada Selasa pagi sedikit membalik pelemahan dari sesi semalam

Blog Single

Minyak rebound pada Selasa pagi sedikit membalik pelemahan dari sesi semalam

Harga minyak sedikit leibh tinggi pada hari Selasa, membalik pelemahan dari perdagangan semalam setelah AS yang kembali menegaskan akan menerapkan sanksi terhadap Iran.

Di New York Mercantile Exchange minyak mentah berjangka untuk pengiriman September naik 0,8% menjadi menetap di $ 69,04 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent naik 0,76% diperdagangkan pada $ 73,77 barel.

Kenaikan harga minyak muncul ketika investor memperbarui taruhan atas penurunan tajam minyak mentah Iran dari pasar setelah Washington mengkonfirmasi sanksi keuangan terhadap Iran akan berlaku minggu ini.

Sebelumnya Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Iran pada bulan Mei, Presiden Donald Trump memberi bank waktu hingga 90 hari untuk mempersiapkan beberapa sanksi untuk diterapkan kembali pada November.

Sanksi lanjutan dari AS diperkirakan akan melumpuhkan infrastruktur energi Iran dan ekspor minyak, meningkatkan risiko kekurangan pasokan global, yang mendukung harga minyak.

Morgan Stanley mengatakan pihaknya memperkirakan output Iran akan turun menjadi 2,7 juta barel per hari (bpd) pada kuartal keempat, dengan lebih dari 1 juta barel.

Ekspektasi untuk kerugian minyak mentah Iran dari pasar telah berkurang sedikit dalam beberapa pekan terakhir setelah Trump menawarkan untuk melakukan pertemuan dengan mitranya Iran Hassan Rouhani, sementara Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan Amerika Serikat akan mempertimbangkan keringanan sanksi untuk negara-negara tertentu mengimpor minyak mentah Iran.

Pada laporan lainnya, Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan pada minggu lalu bahwa jumlah rig pengeboran minyak AS yang beroperasi turun 2 menjadi 861.

Arab Saudi, sementara itu, meningkatkan produksi hingga sekitar 10.29 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada bulan Juli, menurut laporan sebelumnya produksi turun sekitar 200.000 bpd dari bulan sebelumnya.

Penurunan output Saudi tiba meskipun OPEC dan anggota non-OPEC setuju pada bulan Juni untuk mengurangi batas produksi minyak, yang telah diberlakukan sebagai bagian dari perjanjian pemotongan produksi yang dilakukan pada November 2016.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: