News / Read

Dolar tidak banyak bergerak pada perdagangan sesi Asia di tengah tidak adanya data makro ekonomi

Blog Single

Dolar tidak banyak bergerak pada perdagangan sesi Asia di tengah tidak adanya data makro ekonomi

Mata uang perdagangan tidak banyak bergerak pada Selasa pagi di tengah pasar yang datar melihat tidak adanya rilis data ekonomi yang penting pada pagi hari ini.

Pada pagi hari ini Indeks dolar AS sedikit bergerak menurun 0,14% menjadi 95,16.

Kekhawatiran dagang antara AS dan China kembali menjadi fokus pada minggu ini. Media pemerintah Cina menyatakan bahwa Presiden Trump mendalangi persaingan dagang global dengan memaksa negara-negara untuk menyerahkan kepentingan mereka kepada Amerika Serikat.

Kritik pedas terhadap President Trumo terjadi hanya beberapa hari setelah China mengatakan akan mengenakan bea cukai hingga sebesar 25%, 20%, 10% dan 5% pada produk AS senilai lebih dari $ 60 miliar jika administrasi Trump memberlakukan tarif lebih ketat pada China.

Melihat serangkaian berita pada minggu lalu, Trump mengklaim tarif perdagangan yang lebih ketat sangant diperlukan mencakup barang-barang impor yang harus dikenakan pajak atau barang yang dibuat di Amerika Serikat.

Beberapa orang menyatakan kekhawatiran yang berkembang atas perang dagang habis-habisan antara Amerika Serikat dan China mendukung permintaan untuk greenback karena para pedagang bertaruh pada perekonomian AS yang lebih kuat sehingga akan lebih baik pada persaingan dagang.

Pada perdagangan hari ini, pasangan mata uang USD / JPY naik 0,13% menjadi Y111.30, sementara USD / CHF naik 0,22% ke 0,9966.

Di lain tempat GBP / USD turun 0,45% menjadi $ 1,2944 karena komentar oleh pejabat tentang Brexit mengangkat kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa mengamankan perjanjian perdagangan.

EUR / USD naik 0,05% menjadi $ 1,1562 karena data pesanan pabrik yang lebih lemah dari perkiraan.

USD / CAD naik 0,09% ke C $ 1,3003 karena kenaikan harga minyak mendukung loonie, membatasi kenaikan dalam pasangan.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: