News / Read

Minyak sedikit lebih tinggi pada perdagangan pagi di tengah isu penurunan stok minyak global

Blog Single

Minyak sedikit lebih tinggi pada perdagangan pagi di tengah isu penurunan stok minyak global

Harga minyak sedikit menguat pada perdagangan hari Rabu pagi, membalik pelemahan sebelumnya setelah semalam turun tajam karena kekhawatiran menurunnya produksi minyak mentah Iran dari pasar minyak global.

Di New York Mercantile Exchange minyak mentah berjangka untuk pengiriman Agustus naik 26 sen menjadi menetap di $ 74,11 per barel, sementara di Intercontinental Exchange London, Brent naik 84 sen menjadi diperdagangkan pada $ 78,91 per barel.

Harga minyak turun tajam semalam ketika Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Gedung Putih akan mempertimbangkan untuk memperpanjang sanksi bagi beberapa pembeli minyak mentah Iran yang melampaui batas waktu yang diumumkan November sebelumnya.

Pernyataan Pompeo sangat kontras dengan komentar dari Departemen Luar Negeri AS beberapa waktu lalu, dimana pemerintahan AS memperingatkan negara-negara untuk mengurangi impor minyak mentah Iran ke nol pada 4 November, atau akan menghadapi sanksi.

Investor khawatir bahwa hilangnya pasokan minyak mentah Iran tidak dapat diantisipasi, mengurangi prospek pengurangan pasokan global yang berarti membayangi laporan tentang pemadaman pasokan baru.

Lapangan Knarr milik Shell di Norwegia tidak beroperasi pada minggu ini, Rig tersebut memproduksi sekitar 23.000 barel minyak per hari , rig tidak beroperasi setelah 669 pekerja di Norwegia mogok karena perundingan upah gagal.

Gangguang pasokan tersebut akan memperburuk pasokan minyal global setelah sebelumnya Libya dan Kanada telah sepakan untuk memangkas persediaan global.

National Oil Corporation mengatakan pada hari sebelumnya jika produksi minyak nasional Libya telah turun menjadi 527.000 barel per hari (bpd) dari 1,28 juta bpd tinggi pada Februari.

Harga minyak mentah juga terbebani oleh ekspektasi untuk kenaikan yang berkelanjutan dalam produksi AS.

Administrasi Informasi Energi AS menaikkan estimasi pada tahun 2019 mendatang pada produksi minyak mentah AS, menurut laporan jangka pendek Energi Outlook bulan Juli yang dirilis kemarin.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: