News / Read

Emas lebih rendah pada perdagangan tertekan hasil obligasi AS yang menguat

Blog Single

Emas lebih rendah pada perdagangan tertekan hasil obligasi AS yang menguat

Harga emas diperdagangkan lebih rendah pada sesi Asia hari Rabu, tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dan dolar yang meningkat, yang juga menurunkan tingkat permintaan pada logam lainnya.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun $ 4,50, atau 0,37%, menjadi $ 1,255.00 per troy ounce, berada sedikit di atas tingkat harian terendah di $ 1,247.80.

Tingkat permintaan investor untuk safe-haven seperti emas, yen, dan Treasuries, lebih rendah dari sentimen untuk aset berisiko, memicu kenaikan imbal hasil obligasi AS dan memaksa harga emas lebih rendah pada perdagangan.

Kenaikan dalam imbal hasil obligasi Treasury AS, yang berbanding terbalik dengan harga obligasi, juga didukung oleh peningkatan pasokan karena putaran baru pada lelang Treasury pada minggu ini.

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya peluang untuk memegang emas karena tidak membayar bunga.

Sementara itu penguatan Dolar terus membebani harga emas, , di tengah rally pelemahan euro dan merosotnya mata uang safe-haven seperti yen.

Indeks dolar AS pada perdagangan sesi Asia pagi hari ini terpantau naik 0,16% menjadi 93,95.

Aset berdenominasi dolar seperti emas sensitif terhadap pergerakan dolar. Kenaikan dolar membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing, dimana akan mengurangi permintaan untuk logam mulia.

Di lain tempat, harga tembaga, turun 0,74% menjadi $ 2,83, sementara harga zinc turun 2,67% menjadi 2.625,75.

Harga tembaga terus tertekan oleh gelombang penjualan menyusul laporan broker Cina dan pembeli tembaga utama Gelin Dahua mulai melikuidasi asset logamnya hingga $ 1 miliar.

Harga aluminium turun 1,21% menjadi 2.087,75. Perak berjangka turun 0,27% menjadi $ 16,10 per  troy ounce, sementara platinum futures kehilangan 0,60% menjadi $ 848,40.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: