News / Read

Poundsterling turun tajam pada perdagangan setelah pengunduran diri dari menteri luar negeri UK

Blog Single

Poundsterling turun tajam pada perdagangan setelah pengunduran diri dari menteri luar negeri UK

Poundsterling merosot tajam terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Selasa, tertekan oleh isu geopolitik dimana Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengundurkan diri dari pemerintahan.

Hal itu meningkatkan risiko mosi tidak percaya pada kepemimpinan Perdana Menteri Theresa May.

Pasangan mata uang GBP / USD berada di bawah tekanan berat, jatuh 0,48% menjadi $ 1,3252 setelah Johnson mengundurkan diri atas rencana Brexit perdana menteri.

Pengunduran diri Johnson meningkatkan prospek mosi tidak percaya dalam kepemimpinan bulan Mei, meskipun tidak mungkin bahwa sebagian besar menteri Parlemen akan memilih untuk menghapus perdana menteri, menurut JPMorgan.

Pada tahap ini, pemerintahan tidak melihat tanda-tanda bahwa mayoritas anggota parlemen Konservatif akan berbalik melawan May, bahkan jika mereka tidak melihatnya sebagai pemimpin partai untuk jangka panjang.

Johnson telah mengundurkan diri sehari setelah David Davis berhenti sebagai Sekretaris Brexit Inggris. Davis dimana dia mengklaim rencana Brexit May merupakan rencana yang buruk, karena Inggris terlalu mudah untuk melonggarkan kebijakan dengan UE.

Ketidakpastian politik dan Brexit bagaimanapun, akan mempengaruhi Bank of England dari kenaikan suku bunga pada bulan Agustus di tengah serangkaian data ekonomi Inggris yang kuat baru-baru ini.

DI lain tempat Indeks dolar AS rebound pada perdagnagan Selasa pagi, terpantau naik 0,06% menjadi 93,82, setelah diperdagangkan serendah 93,44 pada sesi sebelumnya.

Greenback juga didukung oleh meredanya kekhawatiran perang perdagangan, yang menekan mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss lebih rendah.

Pasangan USD / JPY naik 0,33% ke Y111.04, sementara USD / CHF naik 0,22% ke 0,9921.

USD / CAD naik 0,21% menjadi C $ 1,3110 menjelang keputusan suku bunga Bank of Canada yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, ketika bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,50%.

EUR / USD naik hanya 0,01% menjadi $ 1,1746 meskipun Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi bersikeras bahwa tingkat inflasi dan pertumbuhan kawasan euro berkelanjutan, meskipun di tengah prospek meningkatnya perang perdagangan global.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: