News / Read

Dolar mengawali minggu dengan penguatan melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya

Blog Single

Dolar mengawali minggu dengan penguatan melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya

Dolar AS dibuka menguat pada perdagangan hari Senin, melanjutkan penguatan dari perdagangan sesi sebelumnya terhadap mata uang utama perdagangan lainnya.

Outlook kebijakan moneter yang menyimpang antara Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa kemungkinan akan terus meningkatkan dolar dan membebani euro dalam perdagangan minggu ini.

Sementara itu, Bank of England diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada minggu ini, menyusul juga Swiss National Bank.

Investor akan mendapatkan pembaruan tentang data pasar perumahan AS dengan izin bangunan dan data tentang penjualan rumah yang ada pada tengah minggu ini.

Euro mengawali minggu ini dengan pelemahan, dengan pasangan EUR / USD turun 0,16% ke 1,1580, sepanjang perdagangan minggu lalu mata uang Eropa telah jatuh 1,88%. Euro mengakhiri pekan lalu dengan pelemahan tajam.

Mata uang Euro jatuh setelah ECB menjelaskan rencana untuk mengakhiri program pembelian aset besar-besaran pada bulan Desember, tetapi juga berjanji untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah sampai setidaknya pertengahan 2019.

Sehari sebelumnya, Fed lebih agresif dengan menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini dan mengindikasikan bahwa sekarang ini aka nada dua kenaikan suku bunga sebelum tahun 218 berakhir.

Indeks dolar AS terpantau stabil berada di kisaran 94,80 sejak perdagangan minggulalu, setelah naik ke level tertinggi sebelas dari 95,13. Indeks Dolar mencatatkan kenaikan sekitar 1,33%, kinerja mingguan terbaiknya dalam tujuh minggu terakhir.

Dolar sedikit berubah terhadap yen pada hari Senin, dengan pasangan USD / JPY diperdagangkan dikisaran 110,46, menjauh level tertinggi tiga minggu di 110,90 yang dicapai minggu lalu.

Dolar lebih tinggi terhadap Pounds, pasangan mata uang GBP / USD turun 0,11% ke 1,3266, menuju ke posisi terendah tujuh bulan bulan lalu 1,3203 setelah rilis data ekonomi Inggris yang tidak begitu kuat mengindikasikan bahwa prospek ekonomi masih rapuh.

Euro mendorong lebih tinggi terhadap sterling, dengan EUR / GBP naik 0,19% setelah jatuh 1,04% pada minggu lalu di tengah aksi jual Euro yang berbasis luas.

 


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: