News / Read

Minyak stabil pada perdagangan investor menunggu keputusan mengenai produksi OPEC

Blog Single

Minyak stabil pada perdagangan investor menunggu keputusan mengenai produksi OPEC

Minyak mentah diperdagangkan stabil pada hari Senin, para investor masih memantau kelanjutan apakan produsen minyak global untuk sinyal tambahan pada apakah mereka berencana untuk keluar dari perjanjian pemotongan produksi.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan bertemu di kantor pusatnya di Wina, bersama dengan anggota non-OPEC Rusia, pada 22 Juni untuk membahas kebijakan produksi.

Harga minyak berada dalam tekanan di tengah kekhawatiran bahwa OPEC dan anggota non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia akan memutuskan untuk mengangkat output hingga 1 juta barel per hari (bpd) pada awal bulan ini sebagai reaksi terhadap persediaan global yang turun dari Venezuela dan Iran.

Produsen OPEC dan non-OPEC telah membatasi produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) untuk menopang harga minyak dan mengurangi stok minyak global. Pakta ini dimulai pada Januari 2017 dan akan berakhir pada akhir 2018.

Namun, Arab Saudi dan Rusia mengatakan pemangkasan bisa dikurangi setelah melihat tingkat permintaan dari konsumen termasuk Amerika Serikat, China dan India untuk mendukung permintaan global.

Sementara itu, pedagang minyak mengharapkan peningkatan yang stabil di tingkat produksi AS pada minggu ini karena kenaikan dalam pengeboran domestik sedikit menurunkan kekhawatiran tentang meningkatnya output AS.

Perusahaan jasa energi Baker Hughes General Electric mengatakan dalam laporannya bahwa AS menambahkan satu rig minyak minggu lalu, sehingga jumlah total menjadi 862, angka tertinggi sejak Maret 2015,

Produksi minyak domestik AS saat ini berada pada titik tertinggi sepanjang tahun dengan 10,8 juta bpd. Hanya Rusia saja yang saat ini menghasilkan lebih banyak, sekitar 11 juta bpd.

Data mingguan baru tentang inventaris minyak mentah AS akan dapat mengukur kekuatan permintaan konsumen minyak global dan seberapa cepat tingkat produksi akan terus meningkat mejadi fokus untuk perdagangan.

Minyak mentah West Texas Intermediate WTI kehilangan 21 sen, atau 0,3%, untuk menetap di $ 65,74 per barel di New York Mercantile Exchange, kehilangan keuntungan mingguan 0,1%. Itu menandai penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Di tempat lain, minyak mentah Brent yang menjadi patokan global, merosot 86 sen, atau 1,1%, berakhir pada $ 76,46 per barel di bursa ICE Futures Europe, berakhir turun 0,4% untuk minggu ini. Brent telah memposting penurunan mingguan dalam dua dari tiga minggu terakhir.


Share this Post:
Facebook Twitter Google+ Addthis

Related Posts: