AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

Dalam dunia keuangan, hampir seluruh pelaku pasar menggunakan sebuah metode analisa, baik itu analisa teknikal ataupun fundamental, dalam menentukan keputusan investasinya. Kedua metode analisa ini memang telah digunakan sejak dulu. Analisa teknikal dengan grafik dan rumus perhitungannya, sedangkan analisa fundamental menggunakan data-data ekonomi, keuangan perusahaan, dan data lainnya sebagai landasan pengambilan keputusan.

Namun sekarang ini pasar keuangan bergerak sangat dinamis sehingga terjadi perubahan pada perilaku pelaku pasar. Trader dan investor saat ini bukan hanya melihat data ekonomi naik atau turun, perusahaan untung atau rugi, dan bahkan ketika pemerintahan mengatakan ekonomi sedang baik. Pasar keuangan sudah menjadi sebuah ‘leading indicator’.

Perubahan dinamika pasar-lah yang membuat seorang investor tidak lagi hanya menunggu hasil dari sebuah pengumuman, baik data ekonomi maupun laporan keuangan, lalu baru mulai mencernanya, tetapi mereka pun telah melakukan perhitungan sendiri. Sehingga ketika data sudah tersaji, mereka akan dengan mudah dan cepat untuk mencernanya.

Tiga hal yang saat ini menjadi penggerak pasar keuangan adalah estimasi, ekspektasi, dan rumor. Ketiga hal ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas pergerakan pasar keuangan modern saat ini.

Estimasi
Setiap hari akan ada data ekonomi, baik mikro maupun makro, dan laporan dari perusahaan yang dirilis. Sebelum data ini dibuka ke khalayak umum, biasanya akan ada perkiraan-perkiraan yang mencoba memprediksi apakah data-data yang akan diumumkan tersebut naik atau turun dan diberapa angkanya.

Tidak semua pelaku pasar dan investor bisa melakukan perhitungan estimasi ini. Namun ada beberapa pihak seperti ekonom dan analis, baik independen maupun swasta yang melakukan estimasi ini lalu mereka umumkan melalui media-media. Yang paling cepat saat ini adalah media internet.

Bukan hanya itu, perusahaan-perusahaan media informasi berita pun berlomba dalam menyajikan estimasi ini. Mereka mengetahui bahwa banyak pihak yang membutuhkannya. Mereka berlomba-lomba mengadakan survei dari sejumlah ekonom dan analis untuk menentukan estimasi terhadap data yang ingin dirilis. Dan hal ini menguntungkan bagi mereka yang tidak bisa atau tidak mau repot-repot melakukan perhitungan sendiri.

Dari sekian banyak perhitungan estimasi yang dilakukan, walaupun berlainan, biasanya akan muncul ‘konsensus’ diantara mereka. Konsensus ini biasanya merupakan sebuah kesepakatan tidak terikat dimana pelaku pasar menyetujui sebuah estimasi data yang nantinya akan terbentuk dalam kisaran tertentu.

Estimasi ini bukan hanya bermanfaat bagi pelaku pasar dan investor, pihak yang mengumumkan data juga akan mendapatkan manfaat tersendiri, dimana mereka akan mengetahui apakah kinerja data yang disajikan itu baik atau tidak menurut pasar, bukan cuma naik dan turun saja.

Ekspektasi
Berbeda dengan estimasi yang lebih menekankan faktor logis dari sebuah perhitungan, ekspektasi lebih mengarah ke ‘harapan’. Jadi ekspektasi pasar menyerupai harapan seseorang terhadap sesuatu.  Karena bersifat harapan, jadi ekspektasi ini bisa jadi positif dan negatif.

Ekspektasi akan tetap ada, walaupun sebuah estimasi telah dilakukan dengan sebaik mungkin. Hal ini dikarenakan adanya faktor psikologis pasar dimana pada suatu ketika akan muncul optimisme dan dikala lain merebak keraguan. Jika ekspektasi pasar positif, hal ini biasanya akan menjadi dorongan tambahan bagi pasar keuangan untuk bergerak lebih baik lagi. Namun jika ekspektasinya negatif, ini akan memberikan tekanan pada pergerakan pasar.

Sulitnya, karena ekspektasi ini adalah faktor psikologis, adalah sulit untuk diukur bagaimana ekspektasi saat ini. Apakah positif atau negatif, optimis atau pesimis. Faktor inilah yang membuat sebagian pihak menyamakan persepsi bahwa estimasi itu serupa dengan ekspektasi.

Ada kalanya, ekspektasi positif atau negatif dengan sangat mudah dilihat. Pelaku pasar dengan yakin bahwa data yang akan dirilis akan lebih baik atau lebih buruk dari estimasi. Hal ini biasanya langsung terlihat dari pergerakan pasar.

Jadi estimasi untuk mengukur perkiraan terhadap data ataupun analisa pergerakan pasar, sedangkan ekspektasi adalah tingkat keyakinan pasar terhadap estimasi tersebut.

Rumor
Nah ini yang seru! Serupa tapi tak sama dengan dunia infotainment. Pasar keuangan juga punya rumor tersendiri, semacam financial market infotainment. Tidak heran ada jargon ‘market moves by rumours’.

Sumber dari lahirnya sebuah rumor adalah media. Mereka bisa jadi mendapatkan sumber yang tidak ingin disebutkan namanya atau melakukan sebuah investigasi khusus.

Rumor pun bisa bersifat positif dan negatif, tergantung dari apa yang mereka bahas. Jika positif, pasar keuangan akan bergerak menguat, dan kebalikannya jika rumor tersebut negatif.

Masih ingat dengan peristiwa bangkrutnya Lehman Brothers Inc, yang merupakan puncak dari krisis keuangan di tahun lalu. Sesaat setelah Bear Stearn diselamatkan pemerintah AS, muncul rumor bahwa Lehman Brothers juga membutuhkan penyelamatan agar tidak ambruk. Namun perusahaan waktu itu menyangkalnya. Pasar keuangan, yang sedang dalam kondisi panik akhirnya merangkul rumor dengan baik. Harga saham Lehman Brothers turun drastis yang pada akhirnya memaksa Lehman Brothers untuk menyatakan kebangkrutannya.

Itulah kekuatan dari sebuah rumor, bukan hanya pada sebuah perusahaan, kebijakan-kebijakan pemerintah tentang ekonomi juga bisa menjadi bahan dari rumor pasar. Dan sekali lagi, rumor ini bisa bersifat positif atau negatif.

Biasanya pihak-pihak yang bisa mendapatkan informasi rumor dengan cepat adalah pihak yang akan mendapatkan keuntungan paling besar. Hal ini dikarenakan mereka akan lebih dulu memiliki keputusan investasi dibanding pelaku pasar lainnya.

Penutup
Ketiga faktor diatas telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari dunia keuangan. Investor dan trader saat ini diharuskan banyak melengkapi informasi mengenai keadaan pasar terkini. Dan hal ini berarti, investor harus bisa menghadirkan estimasi, ekspektasi, dan rumor yang sedang terjadi agar dapat mengambil keputusan investasi yang mumpuni.