AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

Pria bernama lengkap Nouriel Roubini ini lahir 29 Maret 1959. Dia adalah seorang profesor ekonomi di Stern School of Business, New York University dan ketua Roubini Global Economic, sebuah perusahaan konsultan ekonomi.

Setelah menerima gelar BA dalam ilmu ekonomi politik di Bocconi University dan gelar doktor dalam ilmu ekonomi internasional di Harvard University, ia memulai riset akademis dan pembuatan kebijakan. Selain mengajar di Yale, ia juga menghabiskan waktu di Dana Moneter Internasional (IMF), Federal Reserve, Bank Dunia, dan Bank of Israel.

Banyak studi awalnya difokuskan pada pasar berkembang (emerging market). Selama pemerintahan Presiden Bill Clinton, ia adalah seorang ekonom senior di Dewan Penasehat Ekonomi. Kariernya terus bergulir. Setelah era Clinton, ia kemudian pindah ke Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai penasihat senior Timothy Geithner, yang kini Menteri Keuangan pemerintahan Obama.

Kiprah Roubini terbilang fenomenal. Badai krisis yang menghujam perekonomian dunia akibat mandeknya kredit perumahan AS, tahun 2008, ternyata telah lama diprediksi Roubini. Majalah Fortune merilis, pada tahun 2005 Roubini telah mengatakan melalui media itu bahwa harga rumah akan naik akibat gelombang spekulasi sehingga bisa menenggelamkan perekonomian dunia. Karena itu tak heran, Fortune menjulukinya sebagai profesor dengan sebutan Cassandra.

September 2006, The New York Time pun menggelarinya Dr Doom karena dia meragukan peringatan IMF bahwa Amerika hanya sekali seumur hidup mengalami krisis di sektor perumahan, guncangan perminyakan, kehilangan kepercayaan konsumen dan terjerembab dalam resesi. Skeptisisme seorang Roubini akhirnya terbukti. Amerika Serikat menghadapi macetnya kredit kepemilikan rumah yang merembet ke berbagai pelosok dunia. Tak hanya itu. Krisis ini pun bersimpulan dengan sekuritas berbasis mortgage sehingga menggerus triliunan dolar. Alhasil, sistem keuangan global gemetaran bak dihantam tsunami.

Akurasi prediksi Roubini yang tak terbantahkan ini tak ayal membuat ekonom IMF Prakash Loungani tak sungkan menyebutnya “seorang nabi”.

Karena itu tak heran jika kini Roubini telah menjadi seorang tokoh besar di Amerika Serikat. Bahkan, debat internasional seputar ekonomi tanpa kehadiran Roubini terasa hambar.  Di antara kegiatannya yang super padat, Roubini juga menghabiskan sebagian besar waktunya bolak-balik menghadiri pertemuan dengan gubernur bank sentral dan menteri keuangan di Eropa dan Asia.

Majalah Prospek, edisi Januari 2009, menempatkan Roubini di posisi 2 besar dalam daftar 100 tokoh intelektual terbesar tingkat dunia. Padahal, secara akademis ia hanya menempati peringkat 410 dari rekam jejak kehidupan akademisnya.  Pada tahun 2009 lalu, ia juga menduduki peringkat 4 dari 100 pemikir top kelas dunia versi Majalah Kebijakan Luar Negeri. Majalah Times pun menempatkan dia dalam jajaran 100 orang paling berpengaruh di dunia. Itulah Roubini.