AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

Ketika uang ditempatkan dalam pasar modal, hal itu ditujukan untuk mendapatkan keuntungan dari modal yang diinvestasikan. Banyak investor tidak hanya mencoba untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang menguntungkan, tetapi juga berusaha untuk mengalahkan pasar.

Ketika uang ditempatkan dalam pasar modal, hal itu ditujukan untuk mendapatkan keuntungan dari modal yang diinvestasikan. Banyak investor tidak hanya mencoba untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang menguntungkan, tetapi juga berusaha untuk mengalahkan pasar.

Bagaimanapun, efisiensi pasar, yang terdapat pada formula hipotesa pasar efisien (HPE) yang ditemukan oleh Eugene Fama ditahun 1970, mengatakan bahwa harga benar-benar merefleksikan seluruh informasi yang tersedia pada sebuah saham atau pasar di sebuah periode. Karena itu, menurut HPE, tidak ada seorang investor yang akan mendapatkan keunggulan dalam memprediksi harga saham karena akses informasi telah tersedia bagi semua.

Efek Efisiensi: Tidak Terprediksi
Informasi yang ada tidak hanya terbatas pada berita keuangan dan risetnya, walaupun memang informasi mengenai politik, ekonomi, dan kejadian sosial, dikombinasikan dengan sikap investor pada informasi, apakah benar atau hanya rumor, akan tercermin pada harga saham. Menurut HPE, tidak ada seorang pun yang memiliki kemampuan untuk menggulung kerugian orang lain karena harga merespon hanya pada informasi yang tersedia di pasar, dan karena seluruh pelaku pasar memiliki akses pada informasi yang sama.

Dalam pasar yang efisien, harga menjadi bergerak acak sehingga sulit diprediksi, jadi tidak ada pola investasi yang abadi. Pola harga yang bergerak acak ini menghasilkan kegagalan dari strategi investasi yang bertujuan untuk mengalahkan pasar secara konsisten.

Tantangan Untuk Efisiensi
Dalam dunia investasi nyata, banyak sekali argumen melawan teori HPE. Ada investor yang terus-menerus berhasil mengalahkan pasar, seperti Warren Buffett, dimana strategi investasinya berfokus pada saham-saham yang undervalued. Strategi ini berhasil menghasilkan milyaran dolar baginya dan memberikan banyak pengikut. Ada manajer investasi yang memiliki rekor lebih baik dibanding dengan lainnya, dan ada sekuritas yang melakukan riset lebih banyak dibanding dengan lainnya. Jadi bagaimana kinerja bisa acak jika jelas-jelas ada orang yang mendapatkan keuntungan dan mengalahkan pasar?

Studi pada perilaku keuangan, yang melihat pada psikologis investor pada harga saham, menunjukkan bahwa terdapat beberapa pola terprediksi di pasar modal. Investor cenderung membeli saham yang undervalue dan menjual saham yang overvalue, dan dalam sebuah pasar dengan banyak pelaku pasar, hasilnya bisa apapun tetapi efisien.

Bagaimana Pasar Menjadi Efisien?
Untuk membuat pasar menjadi efisien, investor harus melihat pasar tidak efisien dan mungkin untuk dikalahkan. Ironis memang, strategi investasi ditujukan untuk mendapatkan keunggulan dari ketidakefisienan yang menjadi bahan bakar untuk membuat pasar tetap efisien.

Pasar harus besar dan likuid. Informasi harus tersedia secara luas dalam hal akses dan biaya serta dirilis kepada pelaku pasar diwaktu yang tidak berbeda. Biaya transaksi harus lebih murah daripada tingkat keuntungan yang diharapkan dari sebuah strategi investasi. Investor juga harus memiliki cukup dana untuk mendapatkan keunggulan dari ketidakefisienan sampai hal itu hilang kembali. Lebih penting lagi, seorang investor harus percaya bahwa ia bisa mengalahkan pasar.

Derajat Efisiensi
Dalam HPE, ada tiga klasifikasi yang dapat diidentifikasi, yang ditujukan untuk merefleksikan derajat atau level yang dapat diaplikasikan ke pasar.

  1. Efisiensi Kuat: Ini adalah level atauderajat terkuat, yang menyatakan bahwa semua informasi di pasar, baik publik maupun privat, dihitung dalam harga saham. Insider information pun tidak akan membuahkan keunggulan bagi investor.
  2. Efisiensi Semi-Kuat: Dilevel ini semua informasi publik diperhitungkan kedalam harga saham saat ini. Analisa fundamental dan teknikal dapat digunakan untuk mencapai keuntungan superior.
  3. Efisiensi Lemah: Dilevel ini semua harga saham di masa lalu tercermin pada harga saham saat ini. Karena itu, analisa teknikal tidak dapat digunakan dalam memprediksi pasar dan mengalahkannya.

Kesimpulan
Dalam dunia nyata, pasar tidak akan benar-benar efisien secara keseluruhan atau tidak efisien secar total. Lebih rasional kalau pasar dipandang diantara keduanya, dimana tiap keputusan dan kejadian tidak selalu langsung berpengaruh ke pasar. Jika seluruh pelaku pasar percaya bahwa pasar dalam keadaan efisien, tidak ada seorang pun yang akan mencari keuntungan luar biasa, yang merupakan kekuatan utama untuk membuat roda pasar modal terus berjalan.

Di jaman teknologi informasi seperti sekarang ini, pasar diseluruh dunia semakin mendapatkan efisiensi. Dengan adanya teknologi informasi yang lebi cepat memungkinkan informasi untuk menyebar dengan cepat dan perdagangan online membuat harga lebih cepat menyesuaikan dengan berita dan informasi yang masuk ke pasar.