AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

AXA Tower lt.32

Kuningan City, Jaksel
}

Senin-Jumat 9.00 - 17.00

Sabtu Minggu libur

Menurut teori Dow, pembalikan arah besar dari pasar bullish ke pasar bearish, atau sebaliknya tidak dapat disinyalisasikan kecuali kedua indeks (secara tradisional adalah Dow Jones Industrial dan Dow Jones Rail Averages) dalam sebuah kesamaan. Gampangnya, jika salah satu indeks mengkonfirmasi adanya sebuah tren primer naik baru tetapi indeks lainnya masih dalalm tren primer turun, sulit untuk mengasumsikan bahwa sebuah tren baru telah

IV. Indeks Pasar Harus Saling Mengkonfirmasi

Menurut teori Dow, pembalikan arah besar dari pasar bullish ke pasar bearish, atau sebaliknya tidak dapat disinyalisasikan kecuali kedua indeks (secara tradisional adalah Dow Jones Industrial dan Dow Jones Rail Averages) dalam sebuah kesamaan. Gampangnya, jika salah satu indeks mengkonfirmasi adanya sebuah tren primer naik baru tetapi indeks lainnya masih dalalm tren primer turun, sulit untuk mengasumsikan bahwa sebuah tren baru telah dimulai.

Alasan untuk hal ini bahwa sebuah tren primer, baik naik ataupun turun, adalah arah keseluruhan bagi pasar saham, dimana dalam teori Dow adalah cerminan dari kondisi bisnis pada ekonomi. Ketika pasar saham berkinerja baik, itu karena kondisi bisnis dalam keadaan baik, dan ketika pasar saham berkinerja buruk, hal itu disebabkan oleh buruknya kondisi bisnis. Jika kedua indeks Dow tersebut berada dalam sisi yang bertentangan, berarti belum ada kejelasan tren kondisi bisnis.

Jika kondisi bisnis menyebabkan indeks pasar utama bergerak ke arah berlawanan, kejanggalan ini mengindikasi bahwa tren primer akan sulit terbentuk. Ketika mencoba untuk mengkonfirmasi tren primer baru, karenanya, sangat vital bahwa lebih dari satu indeks menunjukkan sinyal yang sama dalam periode waktu yang relatif tidak jauh. Jika ada kesamaan dalam pergerakan indeks-indeks ini, ini adalah pertanda bahwa kondisi bisnis bergerak ke arah yang ditunjukkan. Karenanya, kenaikan indeks memberikan sinyal sebuah tren naik baru.

V. Volume Harus Mengkonfirmasi Tren

Dalam teori Dow, sinyal utama untuk melakukan beli dan jual berdasarkan pergerakan harga pada indeks. Volume juga digunakan sebagai indikator kedua untuk membantu mengkonfirmasi apa yang diindikasikan oleh pergerakan harga.

Dari hal dasar ini terlihat bahwa volume seharusnya naik ketika harga bergerak kearah tren dan menurun ketika harga bergerka berlawanan dengan arah tren. Sebagai gambaran, dalam sebuah tren naik, volume seharusnya naik ketika harga naik dan turun ketika harga turun. Alasan untuk ini adalah bahwa tren naik menunjukkan kekuatan ketika volume naik karena banyak pelaku pasar yang ingin membuat posisi beli dengan keyakinan bahwa momentum naik masih akan berlanjut. Volume rendah selama masa koreksi memberikan sinyal bahwa banyak pelaku pasar belum mau menutup posisinya karena mereka yakin bahwa momentum dari tren primer akan berlanjut.

Kebalikannya, jika volume bergerak melawan tren, ini adalah sebuah tanda adanya pelemahan pada tren yang sedang terjadi. Contohnya, jika pasar dalam keadaan tren naik tetapi volume rendah dalam pergerakan keatas, ini adalah sinyal bahwa aksi beli mulai melemah. Jika pembeli mulai meninggalkan pasar atau berbalik menjadi penjual, hanya ada sedikit peluang bahwa pasar akan meneruskan tren naiknya. Hal yang sama juga terjadi pada kebalikannya ketika pasar sedang dalam tren turun,  dimana kalau volume naik merupakan indikasi  bahwa lebih banyak pelaku pasar menjadi penjual.

Nah, dalam teori Dow ini, jika tren telah dikonfirmasi oleh volume, mayoritas uang di pasar akan bergerak bersama dengan tren dan bukan melawannya.

 

VI. Tren Masih Akan Berlanjut Selama Belum Muncul Tanda Reversal Yang Jelas

Alasan utama untuk mengidentifikasi tren adalah untuk menentukan arah keseluruhan dari pasar jadi posisi dapat diambil sesuai dengan arah tren dan bukan melawannya. Seperti diilustrasikan dibagian ketiga, tren bergerak bergantian dari naik menjadi turun dan sebaliknya, sehingga menjadi penting untuk mengidentifikasi transisi antara kedua arah tren tersebut.

Dalam teori Dow, bagian keeanam dan terakhir menyatakan bahwa tren masih terus berlangsung selama tanda-tanda yang ada belum memberikan indikasi jelas bahwa arah telah berubah.

Trader menunggu gambaran jelas mengenai pembalikan arah tren karena tujuannya bukan untuk membuat bingung pembalikan arah sesungguhnya di tren primer dengan tren sekunder atau hanya koreksi singkat. Ingat bahwa sebuah tren sekunder adalah sebuah pergerakan berlawanan arah dari tren primer yang tidak akan terus berlanjut. Misalnya tren primernya naik, tetapi indeks saat ini sedang dalam keadaan turun. Jika seorang investor mengambil posisi jual (short), dengan menyimpulkan bahwa penurunan saat ini adalah sebuah tren turun primer baru, mereka mungkin akan menerima resiko besar ketika tren primer terus berlanjut naik.

Kecuali anda dapat dengan aman menyimpulkan, berdasarkan sinyal-sinyal yang ada, bahwa tren telah berubah, jika tidak anda akan mengambil posisi yang berlawanan dengan arah tren. Sebagai patokan umum, ini bukan sebuah ide yang bijak, karena banyak pihak yang telah menanggung kerugian akibat melawan arah pasar.

VII. Ditel Teori Dow

Sejauh ini, kita telah membahas mengenai banyak ide didalam teori Dow. Dibagian oni, kita coba lihat pendekatan teknikal dari teori Dow, seperti bagaimana mengidentifikasi adanya perubahan arah tren.

Harga Penutupan dan Kisaran Pergerakan
Charler Dow sangat berpatokan pada harga penutupan dan tidak terlalu memusingkan pergerakan intraday dari indeks. Agar sebuah sinyal tren dapat terbentuk, harga penutupan harus memberikan sinyal tren-nya, bukan pergerakan harga intraday.

Fitur lain dalam teori Dow adalah kisaran pergerakan. Periode pergerakan harga menyamping (sideway) ini dilihat sebagai periode konsolidasi, dan trader harus menunggu pergerakan harga untuk menembus garis tren sebelum menyimpulkan kemana arah pasar. Misalnya, jika harga bergerkan diatas garis tren, kemungkinan pasar akan bergerak dalam tren naik.

Sinyal dan Identifikasi Tren
Satu aspek sulit untuk mengimplementasikan teori Dow adalah identifikasi akurat dari pembalikan arah tren. Ingat, bagi mereka yang mengikuti teori Dow akan mengambil posisi sesuai dengan arah pasar keseluruhan, jadi vital baginya untuk mengidentifikasi titik dimana arah ini berbalik.

Salah satu teknik utama yang digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan arah tren adalah analisa harga tertinggi dan terendah (peak & trough analysis). Peak adalah harga tertinggi yang dari pergerakan harga pasar, sedangkan trough adalah harga terendah dalam pergerakan harga pasar. Perlu dicatat bahwa teori Dow mengasumsikan bahwa pasar tidak bergerak dalam garis lurus tetapi dari tertinggi ke terendah, dengan keseluruhan pasar bergerak dalam arah yang memiliki tren.

Sebuah tren naik adalah serangkaian peak yang lebih tinggi dan trough yang lebih tinggi pula secara berurutan.

 

Dow Theory
Gambar 1: Tren Naik

Sebuah tren turun adalah serangkaian peak yang lebih rendah dan trough yang lebih rendah secara berurutan.

Dow Theory
Gambar 2: Tren Turun

Bagian keenam dari teori Dow adalah tren masih akan berlangsung selama belum ada sinyal pembalikan arah yang jelas. Sama seperti hukum gerak Newton, dimana gerakan sebuah objek cenderung bergerak ke satu arah sampai ada kekuatan yang mengganggu pergerakan tersebut. Hampir serupa, pasar akan terus bergerka dalam sebuah arah primer sampai sebuah kekuatan, seperti perubahan kondisi bisnis, cukup kuat untuk merubah arah dari pergerakan primer.

Sebuah pembalikan arah (reversal) dari tren primer memberikan indikasi bahwa pasar tidak mampu menciptakan kembali peak dan trough yang lebih tinggi secara berurutan searah dengan arah tren primer yang sedang berlangsung. Untuk sebuah tren naik, sebuah pembalikan arah akan disinyalasikan oleh ketidakmampuan dari harga untuk mencapai tertinggi baru dan diikuti oleh ketidakmampuan untuk mencapai nilai terendah yang lebih tinggi. Di situasi ini, pasar telah berubah dari periode harga tertinggi yang lebih tinggi dan harga terendah yang lebih tinggi secara berurutan menjadi harga tertinggi dan harga terendah yang lebih rendah, yang merupakan sebuah komponen dari tren primer turun.

Gambar 3: Pembalikan Arah Tren Naik

Pembalikan arah dari tren primer turun ketika pasar tidak lagi turun ke harga terendah dan tertinggi yang lebih rendah. Hal ini terjadi ketika pasar membentuk harga tertinggi yang lebih tinggi dibandingkan harga tertinggi sebelumnya dan diikuti oleh harga terendah yang lebih tinggi dibandingkan harga terendah sebelumnya, yang merupakan sebuah komponen dari tren naik.

Dow Theory
Gambar 4: Pembalikan Arah Tren Turun

VIII. Relevansi Saat Ini

Ada sedikit keraguan bahwa teori Dow adalah sebuah hal besar bagi sejarah analisa teknikla. Banyak bagian didalamnya yang merupakan dasar dari apa yang kita kenal saat ini. Aspek dalam teori Dow juga berhubungan dengan teori lain seperti teori Elliott Wave.

Bagaimanapun, karena adaptasi aslinya dan perbaharuan bagian-bagian didalamnya, relevansinya sebagai teknik analisa independen telah melemah. Alasan untuk ini karena semakin banyaknya teknik dan alat analisa yang lebih komprehensif, dimana merupakan bagian daro teori Dow, tetapi telah dilebarkan cakupannya.

Salah satu permasalahan yang lebih besar dari teori ini adalah bahwa orang-orang yang mengikuti teori ini dapat melewatkan keuntungan besar karena ukuran konservatif pada sinyal pembalikan arah tren. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sinyak terkonfirmasi ketika terdapat harga tertinggi berurutan (tren naik) atau harga terendah berurutan (tren turun). Bagaimanapun, apa yang sering terjadi ketika pasar telah menunjukkan sinyal jelas mengenai pembalikan arah, pasar telah menghasilkan keuntungan yang besar.

Masalah lain dengan teori Dow selama ini, ekonomi dan indeks yang selama ini digunakan Dow telah berubah. Konsekuensinya, hubungan antara kedua indeks, yang awalnya digunakan Dow untuk analisa, telah melemah. Gambarannya adalah sektor industri dan transportasi bukan lagi hal dominan dalam ekonomi. Teknologi, misalnya, saat ini telah menjadi bagian penting dari produksi dan pertumbuhan ekonomi.

Hal ini menjadi penting karena dasar pengamatan indeks adalah bahwa mereka merupkan leading indicator dari kondisi bisnis. Ekonomi telah secara jelas menjadi lebih tersegmen, membutuhkan analisa lebih banyak indeks, yang dapat mengurangi keakuratan dan patokan waktu dari analisa teori Dow. Bayangkan anda sedang menganalisa enam indeks sambil menunggu apa yang dikatakan bagian ke empat yaitu indeks pasar harus saling mengkonfirmasi.

Walaupun ada kelemahan dalam teori Dow, namun teori ini akan selalu penting bagi analisa teknikal. Prinsip pasar bergerak dalam tren dan analisa peak & trough selalu ditemukan dalam tulisan dan ide teknikal lainnya. Juga penting dalam teori Dow adalah emosi dalam pasar, yang masih merupakan karakteristik dari tren pasar.

Charles Dow dan teori Dow membantu investor untuk menambah pengetahuannya mengenai pasar jadi mereka dapat membaut investasi menjadi lebih baik dan mencapai kesuksesan investasi.

Penutup

Teori Dow mewakili awal dari analisa teknikal. Dengan mengerti teori ini dapat membuat anda lebih banyak mengerti analisa teknikal dan memiliki sebuah pandangan analis mengenai bagaimana mekanisme pasar.

Mari kita rangkum apa yang telah kita diskusikan sebelumnya:
* Teori Dow diformulasikan dari serangkaian editorial Wall Street Journal yang dibuat oleh Charler H. Dow, yang merefleksikan pandangan Dow mengenai bagaimana cara kerja pasar saham dan bagaimana pasar dapat digunakan untuk mengukur kondisi lingkungan bisnis.
* Dow yakin bahwa pasar saham secara keseluruhan adalah sebuah ukuran yang bisa diandalkan dari keseluruhan kondisi bisnis didalam ekonomi dan dengan menganalisa keseluruhan pasar, seseorang dapat secara akurat mendapatkan kondisi tersebut dan mengidentifikasi arah tren pasar utama dan kemungkian arah saham-saham tertentu.
* Pasar mendiskon segalanya
* Teori Dow menggunakan analisa tren untuk menentukan arah mana yang dituju pasar
* Tren primer adala tren pasar utama
* Tren sekunder adalah koreksi dari tren primer
* Tren primer dibentuk dalam tiga fase. Untuk tren naik, fasenya adalah fase akumulasi, fase partisipasi publik dan fase ekses. Untuk tren turun, ketiga fasenya adalah fase distribusi, fase partisipasi publik, dan fase panik.
* Indeks pasar harus saling mengkonfirmasi.
* Volume harus mengkonfirmasi tren. Indeks adalah sinyal utama yang mengindikasikan pergerakan sebuah saham, tetapi volume digunakan sebagai indikator kedua untuk membantu adanya konfirmasi dari apa yang diindikasikan oleh pergerakan harga.
* Tren masih akan berlangsung sampai muncul sinyal jelas pembalikan arah
* Dow mengandalkan harga penutupan dalam menentukan tren, nukan pergerakan harga intraday.
* Analisis peak & trough merupakan teknik utama dalam mengidentifikasi tren dalam teori Dow